Monday, April 22, 2013

Problem Jodoh


"Semua orang hidup di dunia ini telah diciptakan berpasang-pasangan." ya itulah kalimat yang sering diucapkan para orang-orang yang masih sendiri, tapi kalimat itu memunculkan pertanyaan lagi "Tapi kapan? 1 tahun lagi, 10 tahun lagi, atau 100 tahun lagi."
Sebenarnya kita tak usah mengaambil pusing siapakah jodoh kita nanti karena kita hanya berikhtiar saja kepada allah, janganlah kita percaya dengan zodiak bintang dan perkataan peramal karena itu hanya menyesatkan kita saja.
Jika kita sudah siap lahir batin insya allah kita akan dipertemukan dengan jodoh kita. tak perlu galau dengan masalah ini percayalah dengan diri sendiri dan ubah perilaku kita yang masih negatif. Niscaya jodohlah yang menjemput kita. Amin.

Thursday, April 4, 2013

Diskriminasi IPS


Untuk pelajar SMA atau yang udah lulus SMA mungkin sudah tidak asing lagi dengan sistem jurusan di SMA, ada IPA dan IPS (Pada umumnya). mungkin sebagian orang beranggapan jurusan IPA itu lebih favorit dan unggulan, begitu juga pada sebagian orang beranggapan jurusan IPS juga favorit dan sistem pembelajarannya lebih santai dibanding IPA. Namun pada kenyataannya siswa IPA dan IPS pada satu sekolah itu sering terjadi perang dingin diantara keduanya.
Menurut saya nantinya di dalam penjurusan ini (IPA dan IPS) terdapat banyak diskriminasi khususnya untuk siswa-siswi IPS. Berikut Contoh-contohnya
1. Pendapat Sebagian Guru
Sebagian guru berpendapat jika siswa-siswi IPS itu anaknya bandel-bandel, susah diatur dan lama menangkap pelajaran sehingga sebagian guru juga tidak terlalu peduli kepada siswa-siswi IPS. Padahal tidak semuanya itu benar karena banyak orang-orang sukses diluar sana yang latar belakangnya ialah jurusan IPS .
2. Tanggapan Sebagian Masyarakat
Memang tanggapan masyarakat itu beraneka ragam tapi pada intinya mereka tanggapan sebagian masyarakat bahwa siswa-siswi IPS itu adalah pelajar buangan, karena mereka banayak yang gagal masuk kelas IPA saat penjurusan.
3. Program Jurusan Saat Kuliah
banyak proram jurusan kuliah yang diskriminasi dengan lulusan IPS, seperti Kedokteran, Tehnik, Penerbangan, Ilmu Alam dll. Walaupun sebernarnya pemerintah kita sudah memiliki terobosan dengan program IPC saat siswa-siswi IPS ingin mengambil Jurusan lain, namun itu saja tidak cukup karena khususnya sekolah kedinasan yang bernaung dibawah kementrian dan non kementrian hampir semua jurusan kuliah harus berlatar belakang IPA.
4. Lapangan Kerja
Di situs-situs penyedia lowongan kerja kita bisa lihat sendiri, terutama-terutama perusahaan-perusahaan ternama pada umumnya membuka lowongan untuk siswa-siswi berlatar belakang IPA. 

TERUS KEMANA SISWA-SISWI IPS MELANGKAH????


Sunday, March 3, 2013

Mandalawangi


disini aku berdiri
dingin, sunyi, dan sepi
memikirkan seorang kekasih
di atas tanah ini

mandalawangi
aku ingin engkau
suatu saat nanti
menjadi bagian dari saksi
cinta ku ini

cinta ku ini
lebih besar dari gunung gede
sayang ku ini
lebih besar dari hamparan eidelweis

mandalawangi
bawalah aku dan dia kesana 
agar aku ucapkan janji suci ini
karena aku ingin dia
mengisi hatiku ini 

selamanya.......

Sunday, January 13, 2013

Timnas Garuda "Pasti Bisa Bangkit"



“Garuda di dadaku, garuda kebangsaanku, ku yakin hari ini pasti menang”. Itulah nyanyian dari tifosi-tifosi atau supporter-suporter timnas garuda saat bertanding, tanpa kenal lelah supporter-suporter kita bernyanyi tanpa henti demi terciptanya satu tujuan bersama yaitu kemenangan dan juara. Dari orang tua sampai balita datang ke tempat dimana timnas garuda bertanding tidak peduli jarak yang mereka tempuh jauh dekat dan panas hujan mereka seolah tidak peduli dengan itu. Namun bagaimana dengan timnas garudanya sendiri? Disaat para supporter sudah menunjukkan semangat dan kecintaannya timnas garuda malah mendapatkan hasil yang kurang memuaskan hamper di setiap pertandingan. Mengapa itu bisa terjadi?
          Ada banyak factor yang mempengaruhi penurunan performa timnas garuda tetapi factor-factor itu mengerucut ke satu factor yang sangat besar seolah seperti gunung es besar yang sulit dihancurkan factor itu adalah terjadinya dualisme kompotisi yang bernaung di bumi pertiwi ini yaitu Liga Super Indonesia (LSI) dan Liga Primer Indonesia (LPI). Semua kompotisi ini dengan keegoisannya mengaku dialah kompotisi yang paling benar sehingga dari factor itulah muncul PSSI tandingan yaitu KPSI akibatnya para pemain terbaik Indonesia bingung dan serba salah jika dirinya dipanggil untuk membela timnas garuda akhirnya hamper semua pemain menolak panggilan itu.
          Sebenarnya gampang saja untuk menselesaikan masalah ini dengan cepat yaitu bubarkan rezim PSSI yang saat ini berkuasa karena PSSI saat ini dipimpin dari kalangan yang sebenarnya tidak mencintai sepakbola sekarang juga dan diikuti pembubaran KPSI secara cepat karena KPSI adalah seolah-olah menjadi perkeruh sepakbola Indonesia serta penyatuan kompotisi yang berkuasa saat ini sekarang juga  lalu diikuti juga pembinaan dan pelatihan para pemain sepakbola junior di pelosok negeri ini karena para pemain junior ini yang sepuluh tahun lagi akan menjadi tulang punggung timnas garuda sekaligus menjadi harapan besar rakyat Indonesia. Jika itu semua terpenuhi maka menjadi kontestan World Cup bukanlah mimpi kosong, legenda sepakbola Brazil yaitu Pele pernah mengatakan “suatu Negara namanya akan terkenal bisa melalui sepakbola”



@raditmr